dalam lantun syair yang terbias dari bibir, ingin ku coba merangkai setiap Sajak Agung Millik Sang Penggenggam Cinta
bak permadani yang membentangkan lentera sebagai
pemudar pias kelam dalam
diri setiap insan
segenggam rindu yang mengalir dalam hangat alur nadi tak terhenti
denyut yang hanya dirasakan oleh insan peneguh iman
tak mudah pudar Pelita itu
tak mudah melebur Cinta itu
dalam sajak sepertiga malam, Sang Cinta hadir untuk
saling menyapa dalam keheningan rindu
dan kini, kesejatian itu ingin slalu digenggam tuk meretas
Keabadian dalam sosok Edleweise kehidupan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar