Rabu, 27 Juli 2011

tak terpisahkan dari lembar Lauhul Mahfudz

salah besar disaat menganggap yang terjadi ialah kebetulan, bukan sesederhana itu..
perjalanan yang kita tempuh ialah skenario hidup yang telah dicipta oleh Sutradara Kehidupan yakni Alloh 'Izzati
jejak yang kita tinggalkan menjadi prasasti yang akan dibuka kembali diesok hari dan akan diminta pertanggungjawabannya,, mulut terbungkam dan anggota tubuh yang lain menjadi saksi ,,
tidak ada sensor lagi ketika Alloh memutar kembali film kehidupan yang kita lampaui,
tak akan ada dusta yang tersembunyi !!!

asa yang masih dalam angan adalah ukiran manusia, sedangkan takdir hanya Alloh yang menentukan,
terseraah pdNya atas apa yang akan Ia kehendaki, namun Ia Yang Maha Penyayang sudah paham atas apa yang dibutuhkan oleh hambaNya, bukan sekedar apa yang kita inginkan lantaran Ia Maha Mengetahui  takaran disetiap kisah hambaNya..

Alloh tidak tidur !!
keluh sakit yang dirasa meskipun hanya tertusuk jarum menjadi timbangan uji sebagai penggugur dosa jika sang Hamba ikhlas dan ridho,,
Illah yang telah mencukupi setiap celah nafas.....
Maka, nikmat Alloh mana lagikah yang kita dustakan ??
amat beruntung bagi setiap hamba yang senantiasa bersyukur :)

tetap semangat sahabat,, hari ini ialah anugerah yang Alloh hadiahkan untuk kita,
semoga esok Aloh masih mempertemukan kita dalam kebaikan, amin

Minggu, 17 Juli 2011

kesendirian mewariskan ketangguhan

tiba-tiba genangan bening kau seka disaat diri bertanya dengan siapa kini kau berdiri?
meski telah kau coba untuk menyembunyikan, namun wanita takkan setangguh dulu disaat topangan hidup telah lekang mendahului.
pijar mata menjadi bahasa kerinduanmuuntuk bisa lagi bersamanya kelak..(semoga)
percayalah wanita tangguh, ia pergi bukan untuk meningggalkan, namun untuk menanti diambang pintu Jannah..
mozaik yang belum sempurna kau rajut didunia semoga kelak mampu kau lanjutkan kembali, bahkan akan lebih indah lantaran bidadaripun menyaksikan jalinan indah itu.

melalui Munajahmu disepertiga malam, ia akan menjadi saksi bahwa teramat bahagia lantaran pernah mengkhitbahmu didunia..
umi,, bertahanlah dalam keistiqomahan..
semoga ia kini sampai suatu esok akan menantimu dalam bilik Surga

Jumat, 04 Februari 2011

kini telah tiba masa untuk mendaki kembali



tiba saatnya bagi kita untuk mendaki kembali
seberkas senja mengiringi jejak langkah tuk telusuri jingga

goresan makna akan terpatri dalam bias
jika dalam tapak tak tinggalkan nila
yang mengalir
semua akan terganti dengan nuansa indah
dari syair kemenangan

dan kini, kusiap mendaki kembali
seberapapun peluh

Selasa, 01 Februari 2011

mendamba senja



mendamba senja

dikala setiap orang sibuk dengan kefanaan,
anti menyibukkan dengan kebaikan
disaat semua lelah, anti senantiasa terjaga

wahai ukhti fillah,,
subhanallah atas mulianya akhlakmu
setiap abdi mendamba tuk mendapatkanmu
tak semua orang dengan mudah mampu menyentuhmu

dan tahukah wahai manusia
ialah wanita sholihah !!
suara serta pandangan yang senantiasa terjaga
tak ingin bergumul dengan yang tak halal

subhanalloh,
hanya sejenak lambungnya mendekat kasur, hanya sejenak lambungnya menyapa makanan
dan, ia selalu disibukkan dengan kebaikan
tak ingin masa hanya berlalu dan tak bermakna
tak ingin ia menapak tanpa Asa

dan yang menjadi tumpuan hanayalah
Ridho ALLOH SWT
tak ada yang lain,,

pandangan yang menunduk tuk menjaga dari duri yang belum halal
dan kini, dalam alir nadinya,,
tersimpan azzam para mujahiddah

ia yang inginkan diakhir perjumpaannya mampu
hadirkan senyum
ia yang inginkan bias Tasbih dalam akhir tuturnya

alkhwat fillah, semoga dalam diri kita, tersimpan azzam serta ghiroh
tuk menyongsong senja bersama Bidadari
amin

semangad berjuang wahai para calon mujahidah
semoga Ridho selalu mengiringi derap juang


menjelajah Manglayang





peluh yang terlahir dalam deretan asa..
hempas batu serta pasir yang menghalang pendakian
dalam setiap pendakian , seakan bisikan lelah slalu terngiang
namun,, 
semua itu luruh seiring harap ingin mencapai puncak

derap kepastian yang selalu menjadi titian diri
seiring dengan keistiqomahan, kini diri masih dalam pendakian
masih dalam perjalanan menggenggam zenith kemenangan
seberapapaun aral yang menghijab,

tak akan gentar tuk maju
lantaran disisi ada Alloh sebagai
Penguat serta Sandaran saat kaki merasa rapau
dan, kini belum saatnya bagi diri untuk berhenti
masih terlalau panjang asa yang belum dicapai
 diri ini tak ingin tinggalkan massa tanpa makna

pendakian diri masih berlanjut
dan slalu terpatri dalam benak
kerinduan meniti kemenangan disaat
memandang Wajah TerindahNya

 


MENGGENGGAM EDLEWIS

dalam lantun syair yang terbias dari bibir, ingin ku coba merangkai setiap Sajak Agung Millik Sang Penggenggam Cinta
bak permadani yang membentangkan lentera sebagai
pemudar pias kelam dalam
diri setiap insan

segenggam rindu yang mengalir dalam hangat alur nadi tak terhenti
denyut yang hanya dirasakan oleh insan peneguh iman
tak mudah pudar Pelita itu
tak mudah melebur Cinta itu
dalam sajak sepertiga malam, Sang Cinta hadir untuk
saling menyapa dalam keheningan rindu

dan kini, kesejatian itu ingin slalu digenggam tuk meretas
Keabadian dalam sosok Edleweise kehidupan